Sabtu, 23 April 2016

"SONG RECOMMENDED"

Hai, guys. I’m back! Saya bakal ngasih rekomendasi lagu Barat. saya emang suka banget sama lagu-lagu Barat, karena jujur aja… saya gak terlalu suka sama lagu-lagu Indonesia zaman sekarang, bukan berarti saya gak cinta Indonesia, tapi saya rasa kalau kualitas musik Indonesia makin lama makin nurun. Kalau era tahun 2001-2008 sih masih bagus-bagus aja, tapi makin kesini makin nggak berkualitas, ditambah banyak boyband dan penyanyi dangdut disco yang mulai marak bermunculan yang kalau tampil di acara musik selaluuuu aja lip sync. Nggak capek situ mangap-mangap makan angin doang, hah? Sorry nih, saya curcol. Lagu-lagu dibawah ini saya nilai dari segi musik dan maknanya ya guys, bukan berarti saya sok-sok kritikus musik, tapi emang saya milih yang sesuai selera saya dan saya pikir kalian bakal suka. Dan peringatan, saya harap kalau kalian menilai lagu dibawah ini juga berdasarkan lirik dan makna yang ingin disampaikan, karena saya tipe yang menilai lagu dari sebuah makna nya dulu, baru dari sisi musik. saya milih lagu barat yang emang menurut saya berkualitas, Karena lagu Barat juga banyak yang alay, Soo.. “let’s pick them





OneRepublic - Counting Stars 

Ini dia Band yang saya jagokan di posisi pertama, kenapa gk, band ini udah bikin saya jatuh cinta sejak kemunculan album perdana merka “Dreaming Out Loud” di album pertama inilah banyak lagu yang luar biasa keren sebut saja Stop and Stare, Marcy dan say.  Selain itu kenapa saya suka dan kagum banget sama band ini karena semua personilnya jago mainin beberapa intrument apalagi kalau lagi live #gokilkeren contohnya lo bisa liat live perform meraka di acara PinkPop on Youtube. Oke, lagu yang bakal kita bahas ini ada dalam album yang membawa mereka muncul kembali setelah vakum 3 tahun tanpa Album. First time I heard this song, I just couldn’t stop myself to repeat it again and again. Mungkin lagu ini menjadi nomor satu di hati saya sampai sekarang ini. Lagu ini dibuat oleh Produser terhebat sepanjang masa yang karya-karya nya selalu saya puja, Ryan Tedder! Btw, Ryan ini adalah vokalis dari band ini, namun selain sebagai musisi dia juga bekerja sebagai produser musik! Ada beberapa hits doi yang pasti kalian udah kenal Halo - Beyonce, Love Somebody - Maroon5, Rumour Has It - Adele, Please Don’t Stop The Rain – James Morrison, Neon Lights - Demi Lovato dan masih banyak lagi karya-karya yang lahir dari otak seorang Ryan Tedder.

Speaking of this song… Lagu ini adalah lagu utama dari album ‘Native’ yang dirilis tahun 2013 kemaren dan btw saya juga suka cover albumnya, soalnya America banget, berhubung judul albumnya pun ‘Native’. Lagu ini menceritakan tentang kesederhanaan, mimpi-mimpi, dan tantangan hidup. Dan bagian yang paling saya suka dan jadi ‘racun’ di lagu ini adalah bagian “Everything that Kills me makes me feel Alive”. Kena banget bagian itu, dan pertama saya bertemu lagu ini tuh pas waktu itu lagi iseng update lagu-lagu di chart Billboard, dan lagu ini nangkring udah beberapa minggu di jajaran lagu teratas, dan diikuti dengan reputasi Ryan Tedder sebagai produser dan musisi sukses, maka muncul keinginan untuk download, dan worth it banget saya download lagu ini. Waktu itu, setelah download, lagu ini langsung saya puter dan saya lagi ngetik tugas kantor, tapi setelah beberapa bait, saya langsung stop dan pantengin playlist di laptop dan mulai ngetik-ngetik keyword “Lirik Lagu Counting Stars-OneRepublic” di Google, soalnya lagunya sumpah keren banget jadinya pengen saya nyanyiin, dan akhirnya lagu ini pun menjadi playlist saya setiap ngetik untuk waktu yang cukup lama dan nggak pernah saya ganti. Ini adalah lagu yang bener-bener langsung saya suka, walaupun baru mendengar bagian awalnya aja. Selain lagu ini ada beberapa lagu jagoan juga dari OneRepublic guys misalnya “Good life, Somting i Need dan masih banyak lainnya. Pokoknya, kalian harus download lagu ini.

“Recommended for all of you guys..!!



Coldplay – Scientist

Ini salah satu lagu favorit saya juga nih, menceritakan penyesalan si cowok kepada seorang cewek, dan berniat untuk minta maaf ke si cewek dan bilang kalau dia membutuhkan cewek itu. Dan si cowok pengen banget mereka balik lagi dan memulai semua dari awal. Lalu kenapa judulnya Scientist? Nah, karena si cowok bilang kalau segala hal tentang Sains dan segala macamnya nggak bakal bisa menjelaskan apa yang terjadi sama hatinya yang kacau. Lagu ini bisa bikin tidur dan selalu saya denger kalau mau tidur. Dan banyak lagi lagu fav lainnya dari Coldplay apalagi di album "A Head Full Of Dreams" yang di Rilis Tahun 2015 kemarin guys.. sebut aja salah satunya Hymn For The Weekend dan Adventure of a Lifetime. oohh iya "Yellow juga salah satu lagu yang sering banget saya nyanyin kalau lagi kongkow ama teman.
nah, lagu Scientist ini Recommended banget buat yang lagi di landa CLBK...

Coldplay – Atlas

Saya adalah satu dari milyaran Fans Coldplay (Coldplayer) jika berbicara soal band yang satu ini pasti sebagian besar udah pada tau dong  Lagu ini adalah soundtrack dari film ‘The Hunger Games : Catching Fire’ dan lagu ini pun sempat wara-wiri jadi nominasi soundtrack film terbaik di beberapa ajang award di Amerika sana. saya suka banget sama instrumen piano yang dominan di lagu ini, dan ngedengerin lagu ini di akhir film tuh jadi kayak gimanaaa… gitu. Lagu ini bercerita tentang peperangan gitu, dan aroma perangnya itu sudah tercium dari lirik-lirik pertama lagu ini, pas banget sama film The Hunger Games : Catching Fire itu sendiri yang sarat akan peperangan antara District dan juga Capitol.





Maroon5 – Nothing Last Forever

Band Bule yang paling saya demen banget sejak jaman SMA kelas 3 yang sebelumnya nama band mereka adalah Kara's Flowers kemudian berganti nama menjadi Maroon5 tiap kali saya siaran dulu band ini selalu jadi lagu jagoan waktu album pertama mereka nongol “Songs About jane” apalagi pertama mereka nongol dan ngeluarin album sebagian besar isi lagu dalam album tersebut bercerita tentang mantan pacar sang Vokalis “Adam Levine”. Maroon5 punya banyak lagu-lagu yang bagus dan mereka punya karakter sendiri di setiap lagunya, salah satu lagu favorit saya dari banyaknya lagu yg saya suka dari Maroon5 adalah lagu Nothing Last Forever ini. Ini cuplikan liriknya :

Everyday with every word whispered
We get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing last forever but be honest, babe
It hurts but it may be the only way
But we have not hit the ground
Doesn't mean we're not still falling
I want so bad to pick you up
But you're still too reluctant to accept my help





Guy Sebastian  - Angel Brought Me Here

Ini  adalah lagu kesukaan para cewek yang lagi falling in love. Di lagu ini liriknya dalem banget guys, menceritakan si cowok yang bilang ke ceweknya kalau dia adalah jawaban dari semua doa nya selama ini, dan si cowok merasa kalau dia dikirimkan malaikat untuk bertemu si ceweknya itu. Guy Sebastian ini adalah alumni Australian Idol, dan menjadi pemenangnya di tahun 2003. Lagu ini adalah lagu yang tercatat dalam sejarah musik Australia sebagai lagu terbaik dalam 1 dekade, dilihat dari jumlah penjualan album, perolehan penghargaan, dll. Suara si Guy ini bener-bener gila halus banget, apalagi improvisasi nya yang  gak main-main lho, Recommended banget deh lagu ini khusus buat cowok yang mau bikin ceweknya klepek-klepek gk berdaya #meleleh, pasti langsung melting. Coba aja nih cek liriknya! :

If you could see, what I see
You’re the answer to my prayer
If you could feel, the tenderness I feel
You would know
It would be clear
That Angel brought me here



The Script – The Man Who Can’t Be Moved

Biasanya lagu itu maknanya pasti dalam dan tersirat, tapi nggak dengan lagu ini. Lagu ini merupakan salah satu lagu yang makna nya paling ‘To the Point’ lah istilahnya, dan lagu ini ada ceritanya dan menurut saya cerita dari lagu ini tuh lucu dan saya mikir kayak gini “God, He’s nuts” hahaha, tapi artinya memang so sweet banget. Kalo dari segi musiknya sendiri lagu ini instrumen gitarnya cukup menonjol dari awal sampai akhir dan jadi bagian ‘racun’ nya lagu ini, sorry saya nggak punya istilah lain -_-. Dan bagian dari liriknya yang saya suka itu “How can I move on? When I’m still in love with you” sweet sekali kan hahah . Ini nih cuplikan liriknya.

Policeman says son you can't stay here
I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you see me waiting for you on the corner of the street



Demi Lovato _ Heart Attack 

Lagu ini direkomendasiin sama salah satu temen saya cewek. Katanya coba lo denger saya suka sama lagunya, dan katanya liriknya itu saya banget. Yaakkks… Ni lagu menceritakan tentang seorang cewek yang suka sama seorang cowok, dan si cewek itu berubah semenjak suka sama tu cowok. Dia mulai berdandan dan lain sebagainya karena cowok itu. ‘But you, make me wanna act like a girl. Pain my nails and wear high heels’ gitu deh potongan liriknya. Tapi tetep aja ni lagu tentang patah hati gitu. Pas denger ni lagu ada dikit galau tapi sebagian yang lain malah mau bikin saya ketawa, karena ini menceritakan tentang Realita Cewek yang lagi jatuh cinta, betapa bodohnya cewek yang mau dandan pas naksir sama cowok, hahahaha. Tapi yaaa begitulah cinta katanya rumput aja rasa coklat.





Fingertips – Cause to love you

Waktu itu saya nggak sengaja download video di Youtube tentang tutorial dan pas saya dengerin backsound video nya, saya langsung suka sama ntu lagu. Trus saya tulis lirik lagu itu di Google berhubung saya nggak tau apa judul lagunya, dan Tadaaa…. “Fingertips-Cause to love you”. Di Lagu ini menceritakan tentang si cowok yang udah putus asa sama hidupnya dan nggak sanggup untuk terus bertahan, tapi saat dia melihat ke arah mata si ceweknya, dia sadar kalau semua ini belum berakhir dan semua masalah pasti ada jalannya karena dia masih punya si cewek itu. Si cowok bilang kalau ceweknya itu sangat berarti buat dia. Sumpah… pas ngeliat seluruh lirik lagunya pas tengah malam sambil muter lagu ini, ditemani hujan deras di luar rumah, saya langsung mangaaapp. Artinya itu nancep brooo XD, hahaha. Recommended nih. Coba aja cek Ini liriknya :

Cause to love you means so much more
When I need to cry you make me try
I want to die and ask me why
Cause I can’t fight no more
When I’m feeling down
Nothing seems ok
I see her eyes and I believe.
we’ll find a way


So..guys itu aja dulu ya beberapa list lagu yg bisa saya update buat di Recommended siapa tau aja bisa nyangkut di kuping kalian juga, walaupun lagunya udah lama tapi menurut saya lagu-lagu di atas Racun nya masih Ganas buat Kuping hehehe... Next time saya bakal balik buat update lagi. Jaga Kesehatan dan Selalu sertakan Musik dalam hidup kalian karena Musik akan selalu membuat kalian Semakin hidup... "Caooww..






Senin, 01 Juni 2015

SEJARAH MAJALAH DAN CHART BILLBOARD



Majalah Billboard bermula dari terbitan berkala industri periklanan dengan judul Billboard Advertising. Majalah Billboard pertama kali diterbitkan 1 November 1894. Penerbitnya bernama William H. Donaldson dan James H. Hennegan asal Cincinnati, Ohio. Setelah 3 tahun terbit, judul majalah diubah menjadi Billboard pada tahun 1897. Pada awalnya, majalah Billboard berisi artikel tentang perkembangan industri hiburan, seperti sirkus, taman bermain, karnaval, dan pekan raya. Namun artikel yang mengulas perkembangan industri musik secara perlahan-lahan mulai bertambah. Setelah liputan tentang sirkus dan taman bermain diterbitkan dalam majalah tersendiri, Billboard berubah menjadi majalah yang semata-mata memuat perkembangan industri musik. Pesatnya perkembangan industri juke box di tahun 1930-an merupakan alasan keterlibatan majalah Billboard dengan industri musik. 

Pada 4 Januari 1936, majalah Billboard mulai menerbitkan peringkat lagu-lagu yang paling banyak diputar di perangkat juke box. Edisi 27 Juli 1940 merupakan edisi majalah Billboard yang pertama kali memuat tangga lagu juke box yang berasal dari data statistik yang dikumpulkan dan dihitung sendiri. Sejak edisi 4 Agustus 1958, majalah Billboard mulai memuat tangga lagu Billboard Hot 100 yang memuat peringat 100 lagu terpopuler berdasarkan angka penjualan singel dan permintaan pendengar radio. Secara perlahan-lahan, majalah Billboard dimaksudkan sebagai majalah yang mengkhususkan diri pada tangga musik di Amerika Serikat. Bagian liputan sirkus, pekan raya, dan taman hiburan berdiri sendiri pada tahun 1961, dan menerbitkan majalah berjudul Amusement Business. 

Dari tahun 1961 hingga 2005, majalah Billboard merupakan majalah yang hanya mengkhususkan diri pada industri musik. Namun sejak tahun 2005, majalah dan situs web Billboard mulai meliput segala aspek dunia hiburan dalam bentuk digital. Majalah Amusement Business berjaya selama beberapa dekade, namun mulai mengalami kesulitan di awal abad ke-21. Frekuensi terbitan sempat diubah dari mingguan menjadi bulanan, tapi akhirnya harus berhenti terbit sejak bulan Mei 2006. 


Tangga Billboard Parade lagu-lagu hit pertama kali dimuat pada 4 Januari 1936, sedangkan tangga musik terpopuler versi Billboard (Music Popularity Chart) pertama kali dimuat pada 20 Juli 1940. Sementara itu, peringkat lagu terpopuler Billboard Hot 100 yang menggabungkan angka penjualan singel dan jumlah pemutaran (airplay) di radio mulai dimuat tahun 1958. Hingga saat ini, di antara artis-artis yang paling sukses dalam tangga Billboard, terdapat nama-nama seperti The Beatles, Elvis Presley, Madonna, Michael Jackson, The Rolling Stones, Elton John, Stevie Wonder, Nirvana, Mariah Carey, Janet Jackson, The Supremes, George Strait, Bee Gees, Bing Crosby, Pink Floyd, dan Whitney Houston.

SEJARAH SINGKAT MUSIK ROCK INDONESIA



Awal Mula 

Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP.

Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia. Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam musik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band- band yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota- kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut. Di Jakarta sendiri komunitas metal pertama kali tampil di depan publik pada awal tahun 1988.

Komunitas anak metal (saat itu istilah underground belum populer) ini biasa hang out di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan pertokoan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Krisna J. Sadrach, frontman Sucker Head, selain nongkrong, anak-anak yang hang out di sana oleh Tante Esther, owner Pid Pub, diberi kesempatan untuk bisa manggung di sana. Setiap malam minggu biasanya selalu ada live show dari band-band baru di Pid Pub dan kebanyakan band-band tersebut mengusung musik rock atau metal.

 Band-band yang sering hang out di scene Pid Pub ini antara lain Roxx (Metallica & Anthrax), Sucker Head (Kreator & Sepultura), Commotion Of Resources (Exodus), Painfull Death, Rotor (Kreator), Razzle (GN’R), Parau (DRI & MOD), Jenazah, Mortus hingga Alien Scream (Obituary). Beberapa band diatas pada perjalanan berikutnya banyak yang membelah diri menjadi band-band baru. Commotion Of Resources adalah cikal bakal band gothic metal Getah, sedangkan Parau adalah embrio band death metal lawas Alien Scream. Selain itu Oddie, vokalis Painfull Death selanjutnya membentuk grup industrial Sic Mynded di Amerika Serikat bersama Rudi Soedjarwo (sutradara Ada Apa Dengan Cinta?). Rotor sendiri dibentuk pada tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya.

Sejarah Musik Rock di Indonesia II 

 Semangat yang dibawa para pendahulu ini memang masih berkutat pola tradisi `sekolah lama’, bangga menjadi band cover version! Di antara mereka semua, hanya Roxx yang beruntung bisa rekaman untuk single pertama mereka, “Rock Bergema”. Ini terjadi karena mereka adalah salah satu finalis Festival Rock Se-Indonesia ke-V. Mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk saat itu. Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia. Saat itu stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musik rock/metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Dari beberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah Radio Mustang. Mereka punya program bernama Rock N’ Rhythm yang mengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Stasiun radio ini bahkan sempat disatroni langsung oleh dedengkot thrash metal Brasil, Sepultura, kala mereka datang ke Jakarta bulan Juni 1992. Selain medium radio, media massa yang kerap mengulas berita- berita rock/metal pada waktu itu hanya Majalah HAI, Tabloid Citra Musik dan Majalah Vista.

Selain hang out di Pid Pub tiap akhir pekan, anak-anak metal ini sehari-harinya nongkrong di pelataran Apotik Retna yang terletak di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa selebritis muda yang dulu sempat nongkrong bareng (groupies?) anak-anak metal ini antara lain Ayu Azhari, Cornelia Agatha, Sophia Latjuba, Karina Suwandi hingga Krisdayanti. Aktris Ayu Azhari sendiri bahkan sempat dipersunting sebagai istri oleh (alm) Jodhie Gondokusumo yang merupakan vokalis Getah dan juga mantan vokalis Rotor. Tak seberapa jauh dari Apotik Retna, lokasi lain yang sering dijadikan lokasi rehearsal adalah Studio One Feel yang merupakan studio latihan paling legendaris dan bisa dibilang hampir semua band- band rock/metal lawas ibukota pernah rutin berlatih di sini. Selain Pid Pub, venue alternatif tempat band-band rock underground manggung pada masa itu adalah Black Hole dan restoran Manari Open Air di Museum Satria Mandala (cikal bakal Poster Café). Diluar itu, pentas seni MA dan acara musik kampus sering kali pula di “infiltrasi” oleh band-band metal tersebut. Beberapa pensi yang historikal di antaranya adalah Pamsos (SMA 6 Bulungan), PL Fair (SMA Pangudi Luhur), Kresikars (SMA 82), acara musik kampus Universitas Nasional (Pejaten), Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia (Depok), Unika Atmajaya Jakarta, Institut Teknologi Indonesia (Serpong) hingga Universitas Jayabaya (Pulomas).

Berkonsernya dua supergrup metal internasional di Indonesia, Sepultura (1992) dan Metallica (1993) memberi kontribusi cukup besar bagi perkembangan band-band metal sejenis di Indonesia. Tak berapa lama setelah Sepultura sukses “membakar” Jakarta dan Surabaya, band speed metal Roxx merilis album debut self-titled mereka di bawah label Blackboard. Album kaset ini kelak menjadi salah satu album speed metal klasik Indonesia era 90-an. Hal yang sama dialami pula oleh Rotor. Sukses membuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus, Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (AIRO). Bermodalkan rekomendasi dari manajer tur Metallica dan honor 30 juta rupiah hasil dua kali membuka konser Metallica, para personel Rotor (minus drummer Bakkar Bufthaim) lantas eksodus ke negeri Paman Sam untuk mengadu nasib. Sucker Head sendiri tercatat paling telat dalam merilis album debut dibanding band seangkatan mereka lainnya. Setelah dikontrak major label lokal, Aquarius Musikindo, baru di awal 1995 mereka merilis album `The Head Sucker’. Hingga kini Sucker Head tercatat sudah merilis empat buah album. ---------- 

 Sejarah Musik Rock di Indonesia III 

 Dari sedemikian panjangnya perjalanan rock underground di tanah air, mungkin baru di paruh pertama dekade 90-anlah mulai banyak terbentuk scene-scene underground dalam arti sebenarnya di Indonesia. Di Jakarta sendiri konsolidasi scene metal secara masif berpusat di Blok M sekitar awal 1995. Kala itu sebagian anak-anak metal sering terlihat nongkrong di lantai 6 game center Blok M Plaza dan di sebuah resto waralaba terkenal di sana. Aktifitas mereka selain hang out adalah bertukar informasi tentang band-band lokal daninternasional, barter CD, jual-beli t-shirt metal hingga merencanakan pengorganisiran konser. Sebagian lagi yang lainnya memilih hang out di basement Blok Mall yang kebetulan letaknya berada di bawah tanah. Pada era ini hype musik metal yang masif digandrungi adalah subgenre yang makin ekstrem yaitu death metal, brutal death metal, grindcore, black metal hingga gothic/doom metal.

Beberapa band yang makin mengkilap namanya di era ini adalah Grausig, Trauma, Aaarghhh, Tengkorak, Delirium Tremens, Corporation of Bleeding, Adaptor, Betrayer, Sadistis, Godzilla dan sebagainya. Band grindcore Tengkorak pada tahun 1996 malah tercatat sebagai band yang pertama kali merilis mini album secara independen di Jakarta dengan judul `It’s A Proud To Vomit Him’. Album ini direkam secara profesional di Studio Triple M, Jakarta dengan sound engineer Harry Widodo (sebelumnya pernah menangani album Roxx, Rotor, Koil, Puppen dan PAS). Tahun 1996 juga sempat mencatat kelahiran fanzine musik underground pertama di Jakarta, Brainwashed zine. Edisi pertama Brainwashed terbit 24 halaman dengan menampilkan cover Grausig dan profil band Trauma, Betrayer serta Delirium Tremens. Di ketik di komputer berbasis system operasi Windows 3.1 dan lay-out cut n’ paste tradisional, Brainwashed kemudian diperbanyak 100 eksemplar dengan mesin foto kopi milik saudara penulis sendiri.

Di edisi-edisi berikutnya Brainwashed mengulas pula band-band hardcore, punk bahkan ska. Setelah terbit fotokopian hingga empat edisi, di tahun 1997 Brainwashed sempat dicetak ala majalah profesional dengan cover penuh warna. Hingga tahun 1999 Brainwashed hanya kuat terbit hingga tujuh edisi, sebelum akhirnya di tahun 2000 penulis menggagas format e-zine di internet www.bisik.com). Media-media serupa yang selanjutnya lebih konsisten terbit di Jakarta antara lain Morbid Noise zine, Gerilya zine, Rottrevore zine, Cosmic zine dan sebagainya. 29 September 1996 menandakan dimulainya sebuah era baru bagi perkembangan rock underground di Jakarta. Tepat pada hari itulah digelar acara musik indie untuk pertama kalinya di Poster Café. Acara bernama “Underground Session” ini digelar tiap dua minggu sekali pada malam hari kerja. Café legendaris yang dimiliki rocker gaek Ahmad Albar ini banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie baru yang memainkan genre musik berbeda dan lebih variatif.

Lahirnya scene Brit/indie pop, ledakan musik ska yang fenomenal era 1997 – 2000 sampai tawuran massal bersejarah antara sebagian kecil massa Jakarta dengan Bandung terjadi juga di tempat ini. Getah, Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, Straight Answer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet, Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV, Planet Bumi, Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, Agus Sasongko & FSOP adalah sebagian kecil band-band yang `kenyang’ manggung di sana. 10 Maret 1999 adalah hari kematian scene Poster Café untuk selama- lamanya. Pada hari itu untuk terakhir kalinya diadakan acara musik di sana (Subnormal Revolution) yang berujung kerusuhan besar antara massa punk dengan warga sekitar hingga berdampak hancurnya beberapa mobil dan unjuk giginya aparat kepolisian dalam membubarkan massa.

Bubarnya Poster Café diluar dugaan malah banyak melahirkan venue- venue alternatif bagi masing-masing scene musik indie. Café Kupu- Kupu di Bulungan sering digunakan scene musik ska, Pondok Indah Waterpark, GM 2000 café dan Café Gueni di Cikini untuk scene Brit/indie pop, Parkit De Javu Club di Menteng untuk gigs punk/hardcore dan juga indie pop. Belakangan BB’s Bar yang super- sempit di Menteng sering disewa untuk acara garage rock-new wave-mellow punk juga rock yang kini sedang hot, seperti The Upstairs, Seringai, The Brandals, C’mon Lennon, Killed By Butterfly, Sajama Cut, Devotion dan banyak lagi. Di antara semuanya, mungkin yang paling `netral’ dan digunakan lintas-scene cuma Nirvana Café yangterletak di basement Hotel Maharadja, Jakarta Selatan. Di tempat ini pulalah, 13 Januari 2002 silam, Puppen `menghabisi riwayat’ mereka dalam sebuah konser bersejarah yang berjudul, “Puppen : Last Show Ever”, sebuah rentetan show akhir band Bandung ini sebelum membubarkan diri.

SEJARAH RADIO DI INDONESIA



Sekilas Sejarah Amatir Radio di Indonesia
Kegiatan Amatir radio merupakan kegiatan orang-orang yang mempunyai hobby dalam bidang tehnik transmisi radio dan elektronika, kegiatan ini disahkan, diatur dan diawasi secara global baik oleh Badan-badan telekomunikasi international seperti ITU dan IARU maupun oleh badan telekomunikasi nasional disetiap negara. Oleh karena itu dalam melakukan kegiatannya mereka mempunyai dan berlandaskan KODE ETIK AMATIR RADIO. Kegiatan amatir radio di Indonesia dimulai pada tahun 1930-an ketika Indonesia masih dalam jajahan Belanda atau Hindia Belanda. Sangat sedikit orang yang dipercaya oleh kekuasaan untuk memiliki izin amatir radio saat itu. Dua diantara mereka yang disebut-sebut sebagai pelopor adalah : Rubin Kain (YB1KW) yang izinnya didapat tahun 1932. Beliau telah meninggal pada tahun 1981. Yang kedua adalah B. Zulkarnaen (YB0AU) yang izinnya didapat pada tahun 1933.

Beliau juga telah meninggal pada tahun 1984. Semua aktifitas amatir radio dihentikan pada saat pendudukan Jepan dan Perang Dunia II, namun ada dari sebagian mereka yang tetap nekat beroperasi dibawah tanah untuk kepentingan Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun 1945, proklamasi kemerdekaan RI disiarkan ke seluruh dunia dengan menggunakan sebuah pemancar radio revolusioner yang dibuat sendiri oleh seorang amatir radio yang bernama Gunawan (YB0BD). Jasa YBoBD ini diakui oleh Pemerintah dan sebagai penghargaannya, pemancar radio buatan Gunawan tersebut di simpan di Museum Nasional Indonesia. Selanjutnya, kegiatan amatir radio diselenggarakan kembali pada tahun 1945 sampai dengan 1949. Namun karena alasan keamanan dalam negeri, pada tahun 1950, pemerintah melarang kegiatan amatir radio hingga tahun 1967.

Landasan pelarang itu adalah Undang-undang No. 5/1964 yang menegaskan hukuman yang sangat berat bagi mereka yang memiliki pemancar radio tanpa izin. Pada tahun 1966, amatir radio memperjuangkan kepentingannya kepada pemerintah agar amatir radio dapat diselenggarakan kembali di Indonesia. Akhirnya, dengan Peraturan Pemerintah No. 21/1967, pemerintah mengizinkan kembali kegiatan amatir radio. Melalui Konferensi Amatior Radio yang pertama pada tgl. 9 Juli 1969 di Jakarta, didirikan organisasi yang bernama Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI). Pada Munas ORARI tahun 1977, nama organisasi dirubah menjadi Organisasi Amatir Radio Indonesia dengan singkatan yang sama hingga sekerang. Terbentuknya ORARI dapat dikatakan berawal di Jakarta dan Jawa Barat atau pulau Jawa pada umumnya dan diprakarsai oleh kegiatan aksi mahasiwa , pelajar dan kaum muda, diawal tahun 1965 sekelompok mahasiwa publistik yang tergabung dalam wadah KAMI membentuk radio siaran perjuangan bernama Radio Ampera, mulai saat itu juga bermunculanlah radio siaran lainya seperti Radio Fakultas Tehnik UI, Radio Angkatan Muda, Kayu Manis, Draba, dll. Sudah tentu semua radio siaran itu merupakan siaran yang tak memiliki izin alias Radio gelap.

Sadar karena semakin banyaknya radio siaran bermunculan yang memerlukan suatu koordinasi demi tercapainya perjuangan ORBA maka dibentuklah pada tahun 1966 oleh para mahasiwa suatu wadah yang diberi nama PARD (Persatuan Radio Amatir Djakarta) diantaranya terdapat nama-nama koordinatornya seperti Willy A Karamoy. Ismet Hadad, Rusdi Saleh, dll. Di Bandung juga terbentuk PARB. Bagi anggota yang hanya berminat dalam bidang teknik wajib menempuh ujian tehnik dan bagi kelompok radio siaran disamping perlu adanya tehnisi yang telah di uji juga wajib menempuh ujian tehnik siaran dan publisistik. Setelah itu kesemuanya diberi callsign menggunakan prefix X, kode area 1 s/d 11 dan suffix 2 huruf sedangkan huruf suffix pertamanya mengidentifikasikan tingkat keterampilannya A s/d F seperti X6AM, X11CB dsb sedangkan untuk radio siaran diberi suffix 3 huruf. Pada mulanya PARD merupakan wadah bagi para amatir radio dan sekaligus radio siaran . Sehingga pada saat itu secara salah masyarakat mengidentikan Radio amatir sebagai radio siaran non RRI. Karena adanya tingkatan keterampilan, PARD saat itu juga menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat. Disamping itu terdapat juga para Amatir era 1945-1952 yang tergabung dalam PARI (Persatoean Amatir Repoeblik Indonesia 1950), diantaranya terdapat nama - nama , Soehodo †. (YBØAB), Dick Tamimi †. (YBØAC), Soehindrio (YBØAD), Agus Amanto † (YBØAE), B. Zulkarnaen †. (YBØAU), Koentojo † (YBØAV) dll. Diantara mereka ternyata ada juga yang menjadi anggota PARD seperti, (YBØAE) dan (YBØAU).

Radio Siaran Swasta

PRSSNI sebagai wadah organisasi radio swasta di Indonesia menuliskan bahwa keberadaan radio siaran di Indonesia, mempunyai hubungan erat dengan sejarah perjuangan bangsa, baik semasa penjajahan, masa perjuangan proklamasi kemerdekaan, maupun didalam dinamika perjalanan bangsa memperjuangkan kehidupan masyarakat yang demokratis, adil dan berkemakmuran. Di zaman Penjajahan Belanda, radio siaran swasta yang dikelola warga asing menyiarkan program untuk kepentingan dagang, sedangkan radio siaran swasta yang dikelola pribumi menyiarkan program untuk memajukan kesenian, kebudayaan, disamping kepentingan pergerakan semangat kebangsaan.

Ketika pendudukan Jepang tahun 1942, semua stasiun radio siaran dikuasai oleh pemerintah, programnya diarahkan pada propaganda perang Asia Timur Raya. Tapi setelah Jepang menyerah kepada Sekutu 14 Agustus 1945 para angkasawan pejuang menguasai Radio Siaran sehingga dapat mengumandangkan Teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ke seluruh dunia. Selanjutnya sejak proklamasi kemerdekaan RI sampai akhir masa pemerintahan Orde Lama tahun 1965, Radio Siaran hanya diselenggarakan oleh Pemerintah, dalam hal ini Radio Republik Indonesia atau RRI. Secara defacto Radio siaran swasta nasional Indonesia tumbuh sebagai perkembangan profesionalisme “radio amatir” yang dimotori kaum muda diawal Orde baru tahun 1966;


 secara yuridis keberadaan radio siaran swasta diakui, dengan prasyarat, penyelenggaranya ber-Badan Hukum dan dapat menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah RI nomor 55 tahun 1970 tentang Radio Siaran Non Pemerintah, yang mengatur fungsi, hak, kewajiban dan tanggungjawab radio siaran, syarat-syarat penyelenggaraan, perizinan serta pengawasannya. Hingga saat ini, saya mengamati perkembangan radio swasta semakin membaik, apalagi setelah jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998. Terima kasih reformasi, karena sekarang saya dapat mendengarkan berita-berita aktual setiap saat melalui siaran radio swasta yang lebih kredibel. Kita tidak lagi terpasung mendengarkan berita pada jam-jam tertentu. Itu satu hal yang positif, bagaimana industri melihat peluang yang ada pada saat bergulirnya reformasi.